Informasi

News

PPI Pasok Logistik Pangan Kemenlu untuk Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan

Jakarta, Beritasatu.com – PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) bersama anak perusahaan yakni BGR Logistik Indonesia, memasok logistik pangan untuk bantuan kemanusiaan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) ke Afghanistan.

Pemerintah Indonesia, melalui Kemenlu, telah mengirim dua pesawat berisi bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan yang terancam kelaparan dan malnutrisi. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam pernyataannya menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan itu berupa makanan dan nutrisi yang diperlukan oleh rakyat Afghanistan saat ini, melalui koordinasi dengan badan-badan PBB yang berada di lapangan, khususnya World Food Program.

Menlu menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan diberikan sebagai respons terhadap situasi yang memburuk di Afghanistan. Sejumlah 23 juta penduduk terancam kelaparan dan jumlah tersebut melebihi setengah penduduk negara di Asia Selatan itu. Lebih dari 3 juta anak-anak Afghanistan juga terancam malnutrisi.

“Indonesia terus berupaya memperkuat dan berkontribusi dalam diplomasi kemanusiaan. Buat Indonesia, safety and wellbeing rakyat akan selalu menjadi prioritas,” ujar Menlu.

Direktur Utama PPI, Nina Sulistyowati, menyatakan bahwa pihaknya akan memaksimalkan peran dalam program kemanusiaan tersebut. “PPI dalam end state supply chain ekosistem pangan sangat memaksimalkan fungsi trading dan logistiknya dalam pemenuhan pangan untuk bantuan kemanusiaan ini. Harapan ke depan, kami akan lebih berkontribusi dalam program-program pemerintah dalam ketahanan pangan,” terang Nina.

“Alhamdulillah, telah release dan kami telah kami serah terimakan ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada akhir minggu lalu atas produk pangan yang kami siapkan sebanyak kapasitas dua pesawat. Tentu kami optimalkan supaya dapat memberikan pemenuhan yang baik dalam pengadaan kebutuhan pangan tersebut, apalagi ini merupakan misi kemanusiaan yang berharap dapat menyelamatkan bangsa yang sedang dilanda krisis,” tambah Direktur Komersial dan Pengembangan PPI, Andry Tanudjaja.

Adapun bantuan pangan yang disediakan oleh PPI ini terdiri dari paket susu formula, beras, minyak goreng, serta proses logistik.
Saat ini PPI merupakan anggota dari ID Food yang merupakan BUMN Pangan bersama-sama dengan Berdikari, Garam, Perindo, SHS, di bawah Holding RNI (Persero).

Saat ini PPI ditunjang oleh 32 cabang dan 22 divisi regional dari anak perusahaan BGR Logistik Indonesia, 6 kantor perwakilan di 6 negara, serta 60.000 mitra Warung Pangan dan Toko Grosir Desa.

Peran PPI dalam rantai perdagangan dan logistik memiliki inisiatif strategis dalam pengembangan ekspor atau gerbang ekspor Holding BUMN Pangan yang salah satu misinya adalah inklusivitas petani, peternak, nelayan, dan UMKM.

Sumber Lainnya:
https://m.republika.co.id/berita/r5fu31459/bantuan-kemanusiaan-indonesia-tiba-di-afghanistan
https://www.voaindonesia.com/amp/indonesia-akan-mendistribusikan-bantuan-kemanusiaan-kepada-afghanistan/6385009.html
https://www.liputan6.com/global/read/4854841/indonesia-kirim-2-pesawat-bantuan-pangan-untuk-afghanistan-yang-terancam-kelaparan
https://www.tribunnews.com/internasional/2022/01/06/menlu-ri-2-pesawat-dari-indonesia-bawa-bantuan-pangan-untuk-rakyat-afghanistan
https://international.sindonews.com/read/651591/40/indonesia-kirim-bantuan-kemanusiaan-ke-afghanistan-1641682892

Press Release

PPI Sediakan Logistik Pangan Kementerian Luar Negeri untuk Bantuan Kemanusiaan

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) / PPI terus fokus pada peningkatan kapabilitas trading dan logistic dalam tatanan Holding BUMN Pangan yang telah bentuk secara resmi pada Jumat (07/01/2022) di Jakarta.

Dalam kapasitasnya sebagai penyedia bahan pangan dan logistik bersama anak perusahaan PPI yaitu BGR Logistik Indonesia, telah diselesaikan pemenuhan logistik pangan untuk bantuan kemanusiaan Kementerian Luar Negeri ke Afganistan.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, telah mengirim 2 pesawat berisi bantuan kemanusiaan untuk Afganistan yang terancam kelaparan dan malnutrisi.

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, pada pernyataannya menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan itu berupa makanan dan nutrisi yang diperlukan oleh rakyat Afganistan saat ini, melalui koordinasi dengan badan-badan PBB yang berada di lapangan, khususnya World Food Program.

Menlu menjelaskan bahwa bantuan kemanusiaan diberikan atas respon terhadap situasi yang memburuk di Afghanistan. Sejumlah 23 juta penduduk terancam kelaparan dan jumlah tersebut melebihi setengah penduduk Afganistan. Lebih dari 3 juta anak-anak Afganistan juga terancam malnutrisi.

“Indonesia terus berupaya memperkuat dan berkontribusi dalam diplomasi kemanusiaan. Buat Indonesia, safety and wellbeing rakyat akan selalu menjadi prioritas,” ujar Menlu.

Nina Sulistyowati, Direktur Utama PPI, menyatakan bahwa PPI akan memaksimalkan perannya dalam program kemanusiaan tersebut.

“PPI dalam end state supply chain ekosistem pangan sangat memaksimalkan fungsi trading dan logistiknya dalam pemenuhan pangan untuk bantuan kemanusiaan ini. Harapan ke depan, kami akan lebih berkontribusi dalam program-program pemerintah dalam ketahanan pangan,” terang Nina.

“Alhamdulillah, telah release dan kami telah kami serah terimakan ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada akhir minggu lalu atas produk pangan yang kami siapkan sebanyak kapasitas 2 pesawat. Tentu kami optimalkan supaya dapat memberikan pemenuhan yang baik dalam pengadaan kebutuhan pangan tersebut, apalagi ini merupakan misi kemanusiaan yang berharap dapat menyelamatkan bangsa yang sedang dilanda krisis,” tambah Andry Tanudjaja, Direktur Komersial dan Pengembangan PPI, pada pernyataanya.

Adapun bantuan pangan yang disediakan oleh PPI ini terdiri dari paket susu formula, beras, minyak goreng, serta proses logistik.
Saat ini PPI merupakan member dari ID Food yang merupakan BUMN Pangan bersama-sama dengan Berdikari, Garam, Perindo, SHS, di bawah Holding RNI (Persero).

Saat ini PPI ditunjang oleh 32 cabang dan 22 Divisi Regional dari anak perusahaan BGR Logistik Indonesia, 6 Representative Office di 6 negara, serta 60 ribu mitra Warung Pangan dan Toko Grosir Desa.

Peran PPI dalam rantai trading dan logistic memiliki strategy initiative dalam pengembangan ekspor atau ekspor gateway Holding BUMN Pangan yang salah satu misinya adalah inklusivitas petani, peternak, nelayan, dan UMKM.

Press Release

PPI & ACT Berkolaborasi Salurkan Bantuan Pembangunan Integrated Community Shelter dan Rumah Ibadah Korban Erupsi Semeru

 

Pascabencana erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada awal Desember lalu telah menyisakan bukan hanya luka bagi para korban, namun juga kerusakan di berbagai fasilitas umum dan rumah warga.

Menanggapi hal tersebut PPI segera menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban erupsi Gunung Semeru bersama Aksi Cepat Tanggap.

Bantuan senilai 50 juta rupiah diberikan langsung oleh Corporate Secretary PT PPI, Noverita Angraeny kepada ACT pada (30/12/2021).

“Bantuan terhadap korban bencana erupsi Gunung Semeru merupakan bentuk nyata PPI dalam membantu korban bencana alam, yang merupakan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PPI. Selain itu, bantuan tersebut juga merupakan komitmen perusahaan dalam menjalankan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di masyarakat untuk membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pasca bencana,” ungkap Ita.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Jakarta Pusat Aat Soihat memberikan apresiasinya atas kepedulian yang diberikan oleh PPI untuk korban bencana Erupsi Semeru yang dinilai akan sangat membantu para penyintas bencana erupsi.

“Saat ini Alhamdulillah kita sudah melalui fase emergency. InsyaAllah sekarang kita fokus pada fase recovery atau pemulihan. Salah satu kebutuhan masyarakat terdampak erupsi Semeru adalah hunian yang layak. Insya Allah dengan bantuan dari PPI ini akan sangat membantu masyarakat terdampak erupsi Semeru,” ujar Aat.

Bantuan kemanusiaan dari PPI akan disalurkan untuk program pembangunan Integrated Community Shelter dan juga pembangunan rumah ibadah.

News

Laba Tetap Moncer, PPI Masuk BUMN Perdagangan Terbaik

WE Online, Jakarta – PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) berhasil menduduki peringkat terbaik untuk BUMN Perdagangan, pada kategori BUMN Jasa, Perdagangan, dan Pariwisata oleh Majalah Investor dengan sumber data dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Kemampuan menghasilkan laba menjadi salah satu kriteria dalam pemeringkatan tersebut. selain itu, laba juga menjadi seleksi yang diterapkan sebelum proses pemeringkatan. Dengan begitu, BUMN yang merugi selama masa penilaian (2019-2020) otomatis akan tersisih sebelum pemeringkatan.

Pada tahun 2020, BUMN perdagangan ini mencatatkan laba sebesar Rp60,3 miliar. PT PPI juga mencatat pertumbuhan EBITDA seiring dengan peningkatan pendapatan perseroan. Tahun 2018 EBITDA tercatat Rp23,5 miliar, 2019 sebesar Rp32 miliar, dan selama 2020 mencapai Rp76 miliar.

Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas penilaian ini terhadap manajemen PPI sebelumnya dan saat ini serta seluruh insan PPI yang sudah memberikan kinerja terbaiknya. Baca Juga: Pascamerger, PPI Diminta Genjot Kinerja Logistik Nasional

“Dengan mengedepankan end state trading logistic paska bergabungnya PT BGR (Persero) kedalam PPI, kami hadir sebagai agregator, off taker dan logistic di ekosistem rantai pasok pangan dengan inovasi model bisnis yang terdigitalisasi, efisiensi dirantai pasok dan pangan go global akan menjadi konsen kami,” pungkas Nina dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/12/2021).

Adapun untuk menduduki peringkat terbaik, laba bukanlah satu-satunya parameter yang digunakan untuk menilai. Banyak lagi faktor yang perlu diperhatikan, seperti produktivitas, efisiensi, penerapan GCG (good corporate governance), profesionalisme pengelolaan dan social responsibility.

Penilaian secara komprehensif ini tak mudah dilakukan. Dalam mengukur kinerja BUMN, pemeringkatan mengacu pada lima parameter. Kelima parameter itu adalah pertumbuhan laba bersih setahun, pertumbuhan pendapatan usaha satu tahun, ROE (return on equity), ROA (return on asset) dan rasio net profit margin.

Sebelum masuk pemeringkatan, ada beberapa seleksi awal yang harus dilewati BUMN. Pertama, tidak boleh rugi dalam tahun penilaian, kedua, memiliki ekuitas positif; ketiga, data lengkap; dan keempat, beroperasi lebih dari dua tahun.

Dalam pemeringkatan ini hanya 54 BUMN yang bisa diperingkat. Pada Kategori Jasa, Perdagangan, dan Pariwisata, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) berhasil menduduki peringkat teratas.

“Tentu hal ini harus menjadikan cambuk dan booster bagi insan PPI untuk lebih meningkatkan kinerjanya, baik sebagai personal maupun secara korporasi. PPI dengan Amanah yang lebih besar, pada tahun – tahun menjelang yang akan datang dalam agenda ketahanan pangan nasional, tentu perlu modal inovasi, focus dan komitmen yang kuat dari seluruh insan PPI,” jelas Nina.

Sumber:
https://wartaekonomi.co.id/read382319/laba-tetap-moncer-ppi-masuk-bumn-perdagangan-terbaik

 

Sumber Lainnya:
https://www.mnctrijaya.com/news/detail/48758/ppi-masuk-kategori-bumn-perdagangan-terbaik-kategori-jasa-perdagangan-dan
https://jakarta.suaramerdeka.com/ekonomi/pr-1342246393/ppi-masuk-kategori-bumn-perdagangan-terbaik-kategori-jasa-perdagangan-dan-pariwisata?page=all
https://voi.id/ekonomi/116785/ppi-jadi-bumn-terbaik-di-kategori-jasa-perdagangan-dan-pariwisata

PPI Masuk Kategori BUMN Perdagangan Terbaik Pada Kategori Jasa, Perdagangan dan Pariwisata  


https://industri.kontan.co.id/news/ppi-masuk-bumn-perdagangan-terbaik-kategori-jasa-perdagangan-dan-pariwisata
https://www.suara.com/bisnis/2021/12/23/120759/ppi-masuk-kategori-bumn-perdagangan-terbaik-versi-majalah-investor

News

RI-Turki Tanda Tangani MoU Imbal Dagang, Kemendag Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional

Jakarta, 16 Desember 2021 – Kementerian Perdagangan bertekad mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dengan memperkuat ekspor. Penguatan ini dilakukan dengan memfasilitaai penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama skema imbal dagang business to business (b to b) antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dengan Turk Barter International (TBI) A.S selaku Badan Pelaksana imbal dagang di Turki.

Penandatanganan dilakukan secara virtual oleh Direktur Utama PT PPI Nina Sulistyowati dan Presiden TBI A.S Muhammet Sirri Simsek, pada Rabu (15/12), disaksikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Didi Sumedi, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal, Atase Perdagangan Ankara di Turki Eric Gokasi Nababan, Dewan Direksi PT PPI, dan pemangku kepentingan seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Askrindo, serta PT Kurhans Trans.

“Fasilitasi Kemendag ini merupakan upaya terobosan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Kerja sama imbal dagang telah lama dijajaki Indonesia sebagai suatu strategi baru peningkatan ekspor. Sejak 2019, penjajakan skema imbal dagang b to b lebih diperkenalkan dan didorong untuk lebih implementatif,” jelas Dirjen PEN Didi.

Menurut Didi, Turki merupakan negara mitra dagang strategis dan penting bagi Indonesia. Penandatanganan MoU ini dapat menjadi salah satu penguat hubungan bilateral kedua negara yang berkelanjutan dan saling menguntungkan. “Turki merupakan negara yang familiar dengan sistem imbal dagang dan praktik itu telah diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan di Turki di bawah TBI yang menjadi Badan Pelaksana di Turki,” terang Didi.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan momen penting bagi hubungan Indonesia dan Turki. Kedutaan Besar RI di Turki mendukung penuh program penjajakan kerja sama imbal dagang b to b dengan Turki khususnya. “Program yang diinisiasi Kemendag ini menjadi strategi baru dalam menghadapi tantangan krisis global di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkap Lalu.

Dubes Lalu mengharapkan kerja keras dari semua pihak untuk mewujudkan kerja sama imbal dagang ini dalam penandatanganan kontrak jual beli melalui imbal dagang saat kunjungan Presiden Turki ke Indonesia pada awal Februari 2022.

Direktur Utama PT PPI Nina Sulistyowati menjelaskan, penandatanganan MoU dengan Turki merupakan salah satu target PT PPI di 2021. Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen PT PPI dalam mendukung program kerja sama imbal dagang b to b yang digencarkan Kemendag.

“PT PPI siap melaksanakan peran sebagai koordinator yang menjembatani eksportir dan importir dalam negeri. Kami akan terus berkoordinasi dengan TBI A.S selaku pihak koordinator di Turki untuk finalisasi produk yang akan diimbaldagangkan segera setelah penandatanganan MoU. Kami menargetkan transaksi riil dapat segera diwujudkan pada Januari 2022,” tutur Nina.

Beberapa produk yang Indonesia tawarkan antara lain minyak sawit, timah, staple fibres of viscose rayon, karet alam, benang tunggal (single yarn), bubuk kakao, kelapa kering, dan cakalang beku. Sementara produk yang ditawarkan Turki antara lain tembakau, gandum, es krim, peralatan rumah tangga otomatis, botaes, keramik, minyak zaitun, trafo listrik, dan aluminium hydroxide.

Kerja sama imbal dagang diharapkan dapat menjadi kerja sama yang implementatif bagi kedua negara dan menjadi salah satu opsi bagi pelaku usaha kedua negara di tengah kondisi perekonomian dunia dalam masa pandemi. Turki saat ini sedang mengalami penurunan nilai mata uang yang cukup signifikan dan barter menjadi salah satu opsi transaksi perdagangan yang dimanfaatkan banyak perusahaan di Turki.

Sebelumnya, pada 25—28 November 2021, Indonesia juga telah berpartisipasi pada 7th World Halal Summit dan 8th OIC Halal Expo di Istanbul, Turki. Indonesia berhasil mencatatkan transaksi senilai USD 3,8 juta dan empat MoU kerja sama dagang. Diharapkan, kerja sama imbal dagang ini dapat mendukung dan mendorong nilai transaksi awal yang telah dilakukan.

Sejak awal 2021, Kemendag telah melakukan penjajakan intensif dalam rangka kerja sama skema imbal dagang b to b dengan 35 negara di dunia. Adapun 11 negara diantaranya yaitu Meksiko, Rusia, Jerman, Belanda, Turki, Italia, Hongaria, Prancis, Filipina, India, dan Iran memberikan respons positif untuk melakukan pembahasan teknis lebih lanjut.

Nilai total perdagangan nonmigas Indonesia ke Turki periode Januari—Oktober 2021 tercatat sebesar USD 1,67 miliar. Total ekspor nonmigas Indonesia ke Turki sebesar USD 1,34 miliar. Sementara, nilai impor Indonesia dari Turki sebesar USD 325,7 juta.

Sehingga, tercatat surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,01 miliar. Komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Turki antara lain minyak nabati, karet alam, fibres, baja tahan karat (stainless steel), dan trafo listrik. Sedangkan, komoditas impor utama Indonesia dari Turki antara lain carbonates, tembakau, borate, furnace accessories, dan benang.

Sumber:
https://pressrelease.kontan.co.id/release/ri-turki-tanda-tangani-mou-imbal-dagang-kemendag-akselerasi-pemulihan-ekonomi-nasional?page=2

Sumber Lainnya:
https://mediaindonesia.com/ekonomi/458381/ri-turki-tanda-tangani-mou-imbal-dagang-kemendag-akselerasi-pemulihan-ekonomi-nasional
https://ekonomi.bisnis.com/read/20211216/12/1478588/indonesia-dan-turki-resmi-mulai-kerja-sama-imbal-dagang-untuk-ekspor-impor
https://www.ketiknews.id/business/pr-3012175042/akselerasi-pemulihan-ekonomi-nasional-ri-turki-tanda-tangani-mou-imbal-dagang
https://wartaekonomi.co.id/read381093/perkuat-ekspor-indonesia-dan-turki-teken-mou-imbal-dagang

News

Usai Merger, PT PPI Beberkan Rencana Perkuat Pangan Nasional Agar Tembus Ekspor

Menjelang akhir tahun, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PT PPI menggelar acara sosialisasi pemantapan menuju integrasi trading logistik yang terdigitalisasi. Sosialisasi ini rangkaian dari babak baru PPI usai merger dengan PT BGR (Persero).

Merger dilakukan pada 2 Desember 2021 dengan bergabungnya BGR ke PPI. Proses merger diawali dengan Peraturan Pemerintah No. 97 Tahun 2021 yang diterbitkan tanggal 15 September 2021 perihal penggabungan BGR ke dalam PPI, sampai pada disahkannya Akta Notaris tentang Penerimaan Pemberitahuan Penggabungan Perseroan PT PPI (Persero).

Dalam acara sosialisasi yang dilakukan hari ini, Kamis (16/12) di hadapan para karyawan dan stakeholders, Direktur Utama PPI, Nina Sulistyowati, mengatakan berbicara tentang pangan, berkaitan dengan hajat hidup masyarakat Indonesia.

Menurut dia, PPI usai penggabungan merger dengan BGR ini akan bertransformasi untuk menghasilkan produk berkualitas melalui sinergi Klaster Pangan,
“Tak hanya itu, inklusivitas petani, nelayan, peternak dan UMKM untuk memberikan kontribusi besar untuk pemerintah, baik berupa pajak maupun dividen,” ujar Nina dalam keterangan tertulis, Kamis (16/12).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam ikut hadir memberikan masukkan pada babak baru New PPI dengan peran end state sebagai agregator agri-food dan logistik terdigitalisasi terbesar di Indonesia dalam ekosistem rantai pasok pangan menuju proses holding BUMN pangan.

Dia mengatakan usai merger, PPI menjadi trading-logistik. Dengan begitu, ada peningkatan peringkat indeks daya saing logistik Indonesia, dalam hal ini PPI diharapkan mampu memanfaatkan berbagai peluang yang ada.

“Pentingnya sinergi antara industri dan trading menjadi hal yang perlu diperhatikan dengan penataan ekspor dan impor melalui neraca komoditas,” terang Khayam.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gatut Sumbogodjati, mengatakan sangat mendukung PPI untuk terus berkontribusi untuk mendistribusikan produk-produk strategis dan komoditas pertanian lainnya, dari daerah surplus ke user/pengguna juga berperan dalam penyelesaian permasalahan logistik terkait ekspor komoditas pertanian.

Dalam refleksi akhir tahun ini, PPI juga menggembleng para karyawannya melalui motivational session dalam melakukan improvement kinerja untuk selalu adaptif dan kreatif untuk menjawab tantangan bisnis trading logistik.

PPI akan memberikan nilai tambah yaitu meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya, meningkatkan kapabilitas operasional, pendanaan, serta SDM dan menjadi end-to-end service provider di bidang trading dan logistik.

 

Sumber:
https://kumparan.com/kumparanbisnis/usai-merger-pt-ppi-beberkan-rencana-perkuat-pangan-nasional-agar-tembus-ekspor-1x7e81j3mJz/full?utm_source=kumApp&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=share&shareID=SQ8mNsdYiKjc

 

Sumber Lainnya:
https://www.merdeka.com/uang/usai-merger-ppi-diminta-manfaatkan-peluang-tingkatkan-daya-saing-logistik-indonesia.html
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4767926/pasca-merger-ppi-diminta-tingkatkan-daya-saing-logistik-nasional
https://amp.kontan.co.id/news/pascamerger-ppi-gelar-refleksi-akhir-tahun-menuju-trading-logistik-terdigitalisasi
https://www.suara.com/bisnis/2021/12/17/065725/ppi-gelar-refleksi-akhir-tahun-menuju-trading-logistik-yang-terdigitalisasi
https://jakarta.suaramerdeka.com/ekonomi/pr-1342179137/menuju-trading-logistik-yang-terdigitalisasi-ppi-gelar-refleksi-akhir-tahun
https://www.industry.co.id/read/99420/pascamerger-bumn-ppi-gelar-refleksi-akhir-tahun-menuju-trading-logistik-yang-terdigitalisasi
https://www.beritasatu.com/ekonomi/868651/pascamerger-ppi-gelar-refleksi-akhir-tahun

News

PT PPI Ekspor 600 Ton Kopi ke Mesir, Senilai USD 1,2 Juta

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PT PPI terus meningkatkan kinerjanya secara berkesinambungan dengan melakukan ekspor kopi. Terbaru, sebanyak 120 ton kopi diekspor ke Mesir.

Ekspor kopi ini akan terus dilakukan secara regular di tahun 2022 sesuai MoU yang telah ditandatangani PPI dengan pihak Mesir pada event Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 baru lalu. PPI bersama buyer telah menandatangani kontrak ekspor kopi ke Mesir sebanyak 600 ton terhitung mulai bulan September hingga Desember 2021 atau setara dengan USD 1,2 juta atau sekitar Rp 17 miliar (kurs Rp 14.200 per USD).

Direktur Utama PPI, Nina Sulistyowati, mengungkapkan bahwa ekspor kopi ini dilakukan melalui kerja sama dengan petani lokal yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, mengekspos potensi komoditi Indonesia untuk memenuhi permintaan kopi di luar negeri.

“Untuk periode September sampai dengan Desember ini PPI mengambil jenis kopi robusta yang tumbuh di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan. Kopi-kopi ini memiliki cita rasa unik yang dipengaruhi oleh cara pengolahannya dan kekhasan iklim daerah,” ujar Nina melalui keterangannya, Minggu (26/11).

“PPI ke depan dalam end state sebagai supply chain ekosistem pangan, salah satunya akan bertindak sebagai ekspor gateway. Kami akan selalu melihat potensi-potensi komoditas yang dimiliki Indonesia dan terutama membawa produk klaster pangan ke pasar internasional. Kami juga telah melakukan pembicaraan terhadap beberapa negara yang memiliki minat cukup besar kepada kopi Indonesia,” tambahnya

Direktur Komersial dan Pengembangan PPI, Andry Tanudjaja, menyampaikan bahwa ekspor kopi yang sudah berjalan di PPI ini akan menjadi momentum pengembangan ekspor yang terus ditingkatkan di PPI. Ekspor ini sebagai salah satu stagging dalam strategic initiative new PPI pascamerger dengan BGR.

PPI sendiri memiliki produk kopi dengan brand Covare yang dihasilkan oleh petani Indonesia dari berbagai daerah, dengan varian seperti Aceh Gayo, Sumatera Mandailing, Sumatera Toba, Papua Blend, dan Papua Wamena. Selain itu juga offtaker seluruh kopi-kopi dari wilayah Indonesia yang terkenal kualitasnya di mancanegara.

Tren kopi di Mesir, tidak lepas dari kerja sama yang telah dilakukan selama ini. Indonesia menjadi peringkat pertama pengekspor kopi di Mesir dengan persentase 54 persen. PPI sangat optimis bahwa sinergi ini akan terus meningkat antara petani, buyers, dan pihak yang berkaitan.

Andry mengatakan ke depan Indonesia melaui PPI dapat mengembangkan ekspor-ekspor lainnya ke Mesir dengan produk pertanian lainnya seperti rempah-rempah, pala, lengkuas, kayu manis, kapulaga, dan juga potensi perikanan dan hasil laut. Ia menjelaskan PPI sebagai salah satu klaster pangan dan holding pangan, ada pada posisi trading, logistics, warehousing, dan transportasi.

“Diharapkan pola penguatan rantai pasok pangan akan menyeluruh dan PPI berperan mulai dari offtake kemitraan kepada petani, nelayan, peternak, UMKM, hingga hilirisasi (dalam negeri dan luar negeri). Peran PPI harus ditingkatkan untuk mendampingi mitra dalam menjaga kualitas, ketersediaan untuk stok yang berkelanjutan,” ujar Andry yang sekaligus sebagai Ketua Dewan Kopi Nusantara.

 

Sumber:
https://kumparan.com/kumparanbisnis/pt-ppi-ekspor-600-ton-kopi-ke-mesir-senilai-usd-1-2-juta-1xBTuo4Ctmu/full?utm_source=kumApp&utm_campaign=share&shareID=WcAaBmxzbaQD

Sumber lainnya:
https://industri.kontan.co.id/news/tuntaskan-tahun-2021-ppi-ekspor-kopi-ke-mesir
https://m.industry.co.id/read/99914/sebagai-ekspor-gateway-klaster-pangan-bumn-ppi-tuntaskan-tahun-2021-eksor-kopi-ke-mesir
https://www.suara.com/bisnis/2021/12/27/072842/ppi-ekspor-600-ton-kopi-ke-mesir-senilai-12-juta-dolar-as
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5870885/top-bumn-ekspor-120-ton-kopi-ke-mesir-nilainya-rp-17-m
https://www.merdeka.com/uang/indonesia-ekspor-120-ton-kopi-ke-mesir.html

Tutup Tahun, PPI Rampungkan Ekspor Kopi ke Mesir Dengan Nilai US$1,2 Juta


https://m.bisnis.com/ekonomi-bisnis/read/20211225/12/1481782/ppi-tuntaskan-ekspor-600-ton-kopi-ke-mesir-nilainya-us12-juta
https://mediaindonesia.com/ekonomi/460295/ppi-kembali-ekspor-120-ton-kopi-ke-mesir

Press Release

PPI Tanda tangani MoU Imbal Dagang dengan Turki, Gaspol Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional

 

 

Jakarta, 16 Desember 2021 – PPI bertekad mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dengan memperkuat ekspor. Penguatan ini dilakukan dengan dilaksanakannya penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama skema imbal dagang business to business (b to b) dengan Turk Barter International (TBI) A.S selaku Badan Pelaksana imbal dagang di Turki.

Penandatanganan dilakukan secara virtual oleh Direktur Utama PPI, Nina Sulistyowati; dan Presiden TBI A.S, Muhammet Sirri Simsek; pada Rabu (15/12/2021), disaksikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN); Didi Sumedi; Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Turki; Lalu Muhamad Iqbal; Atase Perdagangan Ankara di Turki, Eric Gokasi Nababan; Dewan Direksi PPI, dan pemangku kepentingan seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Askrindo, serta PT Kurhans Trans.

Direktur Utama PPI, Nina Sulistyowati, menjelaskan penandatanganan MoU dengan Turki merupakan salah satu target PPI di 2021. Kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen PPI dalam mendukung program kerja sama imbal dagang b to b yang digencarkan Kemendag.

“PPI siap melaksanakan peran sebagai koordinator yang menjembatani eksportir dan importir dalam negeri. Kami akan terus berkoordinasi dengan TBI A.S selaku pihak koordinator di Turki untuk finalisasi produk yang akan diimbaldagangkan segera setelah penandatanganan MoU. Kami menargetkan transaksi riil dapat segera diwujudkan pada Januari 2022,” tutur Nina.

Turki merupakan negara mitra dagang strategis dan penting bagi Indonesia. Penandatanganan MoU ini dapat menjadi salah satu penguat hubungan bilateral kedua negara yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

“Fasilitasi Kemendag ini merupakan upaya terobosan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Kerja sama imbal dagang telah lama dijajaki Indonesia sebagai suatu strategi baru peningkatan ekspor. Sejak 2019, penjajakan skema imbal dagang b to b lebih diperkenalkan dan didorong untuk lebih implementatif,” jelas Dirjen PEN Didi.

“Turki merupakan negara yang familiar dengan sistem imbal dagang dan praktik itu telah diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan di Turki di bawah TBI yang menjadi Badan Pelaksana di Turki,” terang Didi.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan momen penting bagi hubungan Indonesia dan Turki. Kedutaan Besar RI di Turki mendukung penuh program penjajakan kerja sama imbal dagang b to b dengan Turki khususnya.

“Program yang diinisiasi Kemendag ini menjadi strategi baru dalam menghadapi tantangan krisis global di masa pandemi Covid-19 ini,” ungkap Lalu.

Dubes Lalu mengharapkan kerja keras dari semua pihak untuk mewujudkan kerja sama imbal dagang ini dalam penandatanganan kontrak jual beli melalui imbal dagang saat kunjungan Presiden Turki ke Indonesia pada awal Februari 2022.

Beberapa produk yang Indonesia tawarkan antara lain minyak sawit, timah, staple fibres of viscose rayon, karet alam, benang tunggal (single yarn), bubuk kakao, kelapa kering, dan cakalang beku. Sementara produk yang ditawarkan Turki antara lain tembakau, gandum, es krim, peralatan rumah tangga otomatis, botaes, keramik, minyak zaitun, trafo listrik, dan aluminium hydroxide.

Kerja sama imbal dagang diharapkan dapat menjadi kerja sama yang implementatif bagi kedua negara dan menjadi salah satu opsi bagi pelaku usaha kedua negara di tengah kondisi perekonomian dunia dalam masa pandemi. Turki saat ini sedang mengalami penurunan nilai mata uang yang cukup signifikan dan barter menjadi salah satu opsi transaksi perdagangan yang dimanfaatkan banyak perusahaan di Turki.

Sebelumnya, pada 25—28 November 2021, Indonesia juga telah berpartisipasi pada 7th World Halal Summit dan 8th OIC Halal Expo di Istanbul, Turki. Indonesia berhasil mencatatkan transaksi senilai USD 3,8 juta dan empat MoU kerja sama dagang. Diharapkan, kerja sama imbal dagang ini dapat mendukung dan mendorong nilai transaksi awal yang telah dilakukan.

Press Release

PPI Secara Berkelanjutan Laksanakan Program Pengentasan Stunting di NTB

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) / PPI secara berkelanjutan laksanakan program penurunan prevalensi stunting dengan memberikan bantuan secara berkala berupa makanan pokok untuk memenuhi gizi ibu dan anak berupa daging ayam, daging sapi, telur, biskuit bayi, kacang hijau, dan beras di wilayah NTB sebagai wujud program TJSL Perseroan.

Berdasarkan tingginya angka prevalensi stunting di daerah Lombok Barat, bantuan rutin ini disalurkan setiap bulan selama satu tahun untuk melihat dan mengukur perkembangan keberhasilan program sebagai bentuk untuk menurunkan angka stunting.

“Dalam mengukur keberhasilan program ini, kami terus melakukan pemantauan ihwal bantuan yang diberikan agar tepat sasaran, dengan menunjuk petugas khusus untuk memonitoring kesehatan ibu dan anak, sekaligus terus mengedukasi pentingnya memperhatikan makanan yang dikonsumsi baik untuk kesehatan pertumbuhan bayi dan balita maupun kesehatan ibu yang sedang mengandung dan menyusui,” jelas Firmansyah Saifullah, Branch Manager PPI Cabang Mataram.

Program yang dimulai sejak Oktober 2021 dan telah berlangsung selama tiga bulan terakhir ini berjalan dengan baik berdasarkan laporan penyaluran setiap bulannya. Hal ini juga dibarengi dengan sinergi yang terjalin dengan Puskesmas Labuapi Lombok Barat dan PPI Cabang Mataram sebagai controller.

Program yang bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat proses penurunan stunting ini menjadi salah satu fokus PPI dalam menjawab tantangan pemerintah untuk menciptakan generasi unggul yang bebas stunting. PPI Berharap program ini dapat menghasilkan output yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat area NTB untuk mengentaskan stunting.

PPI sebagai perusahaan trading logistik pasca bergabungnya BGR Logistik ke dalam PPI, memiliki visi sebagai perusahaan aggregator agri-food dan logistik digital terbesar di Indonesia dengan kerja sama sales agent untuk produk-produk anggota klaster pangan dan value added processing.

Press Release

Sebagai Ekspor Gateway Klaster Pangan, PPI Tuntaskan Tahun 2021 dengan Ekspor Kopi ke Mesir

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) / PPI berkesinambungan terus lakukan ekspor kopi ke Mesir. Yang terakhir, sebanyak 120 ton pada Desember 2021 ini dikirim dari Bandar Lampung pada (23/12/2021).

Ekspor kopi ini akan terus dilakukan secara regular di tahun 2022 sesuai Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani PPI dengan pihak Mesir pada event Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 baru lalu.

PPI bersama buyer telah menandatangani kontrak ekspor kopi ke Mesir sebanyak 600 ton terhitung mulai bulan September hingga Desember 2021 setara dengan US$ 1.200.000.

Nina Sulistyowati, Direktur Utama PPI, mengungkapkan bahwa ekspor kopi ini dilakukan dengan bekerja sama dengan petani lokal yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami mengekspos potensi komoditi Indonesia untuk memenuhi permintan kopi di luar negeri, di mana untuk periode September sampai dengan Desember ini PPI mengambil jenis kopi robusta yang tumbuh di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan. Kopi-kopi ini memiliki cita rasa unik yang dipengaruhi oleh cara pengolahannya dan kekhasan iklim daerah,” ujar Nina.

“PPI ke depan dalam end state sebagai supply chain ekosistem pangan, salah satunya akan bertindak sebagai ekspor gateway. Kami akan selalu melihat potensi-potensi komoditas yang dimiliki Indonesia dan terutama membawa produk klaster pangan ke pasar internasional. Kami juga telah melakukan pembicaraan terhadap beberapa negara yang memiliki minat cukup besar kepada kopi Indonesia,” lanjutnya.

Andry Tanudjaja, Direktur Komersial dan Pengembangan PPI, sekaligus sebagai Ketua Dewan Kopi Nusantara, menyampaikan bahwa ekspor kopi yang sudah berjalan di PPI ini akan menjadi momentum pengembangan ekspor yang terus ditingkatkan di PPI. Ekspor ini sebagai salah satu staging dalam strategic initiative new PPI pascamerger dengan BGR.

PPI sendiri memiliki produk kopi dengan brand Covare yang dihasilkan oleh petani Indonesia dari berbagai daerah, dengan varian seperti Aceh Gayo, Sumatera Mandailing, Sumatera Toba, Papua Blend, dan Papua Wamena. Selain itu juga offtaker seluruh kopi-kopi dari wilayah Indonesia yang terkenal kualitasnya di mancanegara.

Tren kopi di Mesir, tidak lepas dari kerja sama yang telah dilakukan selama ini. Indonesia menjadi peringkat pertama pengekspor kopi di Mesir dengan presentase 54%. PPI sangat optimis bahwa sinergi ini akan terus meningkat antara petani, buyers, dan pihak yang berkaitan. Ke depan, Indonesia (PPI) dapat mengembangkan ekspor-ekspor lainnya ke Mesir dengan produk pertanian lainnya seperti rempah-rempah, pala, lengkuas, kayu manis, kapulaga, dan juga potensi perikanan dan hasil laut.

PPI sebagai salah satu klaster pangan dan holding pangan, ada pada posisi trading, logistics, warehousing, dan transportasi.

“Diharapkan pola penguatan rantai pasok pangan akan menyeluruh dan PPI berperan mulai dari offtake kemitraan kepada petani, nelayan, peternak, UMKM, hingga hilirisasi (dalam negeri dan luar negeri). Peran PPI harus ditingkatkan untuk mendampingi mitra dalam menjaga kualitas, ketersediaan untuk stok yang berkelanjutan,” ujar Andry.

New PPI dengan mengusung konsep intergrasi trading dan logistic ini memiliki jaringan yang sangat memadai, hulu ke hilir dan akan end to end dengan based customize yang menyiapkan komoditi/produk berdasarkan permintaan pasar. Dengan jaringan yang ada di seluruh Indonesia, potensi masing-masing cabang dioptimalkan sebagai sumber suplai produk-produk eskpor dengan menjaga konsistensi dari kualitas dan ketersediaan produk.